Skip to main content

Bekerja vs Berkarya

Bekerja vs Berkarya ~ Apa perbedaan dari bekerja dengan berkarya? mungkin tidak semua orang mengerti akan perbedaan kata ini. Dan dibawah ini adalah rangkuman yang saya ambil dari  dari buku ("Kenapa Kita Rela Tertinggal" karya Irja Nasrullah)


  1. Bekerja identik dengan kegiatan mengharapkan gaji, meskipun terkadang hati tak begitu menikmati kegiatan tadi. Meskipun terpaksa, tetap dijalani. Berbeda dengan orang yang berkarya, ia rela menginventasikan waktu, tenaga, bahkan uangnya sendiri untuk memenuhi “panggilan hati”. Ia melakukan kegiatannya dengan penuh cinta. Orang berkarya selalu fokus pada hasil yang memuaskan hati, bukan karena diiming-imingi gaji atau takut karena terkena sanksi.
  2. Berkarya menjadi ciri khusus manusia, sedangkan bekerja bersifat umum, manusia dan lainnya. Binatang juga bekerja mencari rezeki/makanan. Buya Hamka berkata yang kurang lebib berbunyi, “kalau kerja sekadar bekerja, kera juga bekerja”.
  3. Dalam konteks bekerja, seseorang hanya memerlukan kecakapn atau keahlian saja. Namun, dalam berkarya, seseorang perlu “melibatkan hati” untum melakukannya.
  4. Bekerja identik dengan menyelesaikan apa yang sudah menjadi tugas. Adapun berkarya identik dengan menciptakan sesuatu baru, berguna dan “bernyawa”.
  5. Bekerja-utamanya bagi karyawan-pada akhirnya untuk kepuasan serta kebahagiaan atasan. Adapun berkarya, diri kita sendirilah yang merasakan kebahagiaan. Bahagia karena bisa menemukan hal baru serta mampu menggapai kemanfaatan, baik untuk diri sendiri maupun sesama.
  6. Secara umum, bekerja tidak melatik seseorang untuk bersikap kritis, aedangkan berkarua mengasah selera dan pikiran jadi lebih kritis.
  7. Secara umum, bekerja identik dengan tujuan materi semata dan kurang mendukung manusia menjadi manusia yang berbudaya. Adapun berkarya, membentuk kita menjadi manusia berbudaya.
  8. Bekerja sekadar menjalankan rutinitas, sedangkan berkarya meleburkan diri ke dalam realitas yang sewaktu-waktu berubah, tidak menentu.
  9. Para pekerja tidak selalu dituntut untuk meningkatkan daya kreativitas-karena sekadar menjalankan tugas yang sudah ditetapkan secara jelas. Adapun kreator atau pekarya dituntut untuk meningkatkan daya kreativitas, berinovasi meningkatkan kualitas.
  10. Pekerja cenderung terpaku pada hal-hal yang “sudah biasa”, sedangkan kreator atau pekarya melampaui hal-hal biasa, bahkan tak terduga.

Comments

Popular posts from this blog

Menjaga Anak Perempuan Amanahnya Berat Sekali

Memiliki anak perempuan memang harus extra hati-hati dalam mendidik sejak dini. Karena jaman sekarang yang sudah semakin maju membuat pergaulan yang memprihatinkan.

Kecanggihan dunia yang semakin mempermudah akan akses dan juga komunikasi juga perlu pengawasan para orang tua. Maka dari itu Menjaga Anak Perempuan Amanahnya Berat Sekali.

Intisari dari artikel ini bisa anda lihat dari percakapan dibawah ini antara anak perempuan dengan ibundanya.

Haura :UMMi ..
Ummi :Labbaik, Nak
Haura : Kenapa aku tidak boleh upload fotoku?
Ummi : Loh, siapa bilang? Boleh kok sayang… Kamu kan sering posting foto bunga, pemandangan, sampai makanan pun kamu foto.. . Haura : Bukan, um Maksudku wajahku.. aku senyum ceria.. gitu?
Ummi : Ooh wajah, emang kenapa sayang?
Haura : Aku juga pengen kayak temen" aku, bisa bebas upload fotonya kemana2 trus ada dia lagi senyum senang gitu, kan cakep umm, berbagi kebahagiaan dengan yang lain.
Ummi : sayang, kamu tahu menjaga apakah yang Paling Berat?
Haura : …???

Apa yang kamu dapat hari ini

Apa yang kamu dapat hari ini, percayalah itulah takdir terbaikmu. Yang telah diukur sesuai dengan kemampuanmu. Bila itu hal yang kamu rasa baik, yang membahagiakan. Telah diukur sesuai dengan kemampuanmu untuk bersyukur menerimanya. Bila itu hal yang kamu rasa tidak baik, kurang menyenangkan. Telah diukur sesuai dengan kemampuanmu untuk berlapang dada menjalaninya.
Percayalah itulah takdir terbaikmu yang sepatutnya kamu terima. Buah dari kerja kerasmu sejauh ini. Jawaban terbaik atas doa-doa yang kamu langitkan setiap hari. Pun doa-doa dari orang-orang yang senantiasa peduli akan kebaikanmu.

Maka, apa-apa yang telah kamu terima dan memberimu ilham untuk menambah syukur. Itu lebih utama daripada mengiba sesuatu yang belum berhasil kamu raih. Karena itu bisa jadi memang bukan takdirmu. Bukan sesuatu yang pantas untuk kamu miliki. Untuk sekadar dititipi. Karena Allah lebih tahu, kamu belum mampu untuk menjaganya. Ukuran sesuatu yang kamu damba itu, masih lebih besar dari ukuranmu untuk m…

Kita Harus Saling Menasehati dan Mengingatkan Sesama Manusia

Saling menasehati dan mengingatkan adalah kewajiban setiap kita, namun saat hal baik yang berusaha kita sampaikan tidak didengar, dipandang sinis, bahkan dicaci maki tak henti-henti. Bukan berarti menyurutkan langkah, menyerah, bahkan mundur berjalan gontai bak prajurit kalah perang.⁣⁣
Perlu intropeksi diri apakah cara penyampaian kita sudah benar? apakah ada ucapan atau tingkah laku yang membuat hati mereka tersinggung? atau malah kita yang sebagai pemberi nasehat malah belum memberikan contoh yang baik di hadapan mereka?⁣⁣

⁣⁣Mengerjakan atau tidak tentu bukan urusan kita, tugas kita hanya berusaha menyampaikan dan mengajak mereka dengan cara yang baik dan santun, selebihnya biarkan Allah yang memilih apakah memberikan petunjuk padanya atau tidak.⁣⁣

⁣⁣Tak perlu keukeuh memaksa setiap orang mau menerima kebaikan yang disampaikan, karena itu hak Allah membuka hati setiap hamba-hambaNya tuk menerima hidayah. Bukan hak kita, karena jika tetap memaksakan yang ada malah timbul rasa benci, …